Kategori
Tanaman Pangan

Kangkung: Seperti Apa Itu dan Bagaimana Menanamnya?

Ipomoea aquatica

Kangkung

Kangkung adalah tanaman semi-akuatik yang tumbuh di iklim tropis, tetapi tidak diketahui darimana asalnya. Ia diketahui tumbuh di Asia Timur dan Tenggara, sampai Australia, Maladewa dan New Guinea. Kangkung tumbuh di tempat-tempat yang berair banyak seperti rawa, pinggir sungai, dan danau. Batangnya bisa tumbuh hingga 3 meter.

Varietas

Tidak ada varietas khusus yang dikenali. Namun, ada 2 jenis kangkung yang biasa ditanam yaitu:

  1. Kangkung Petik: kebanyakan tumbuh liar, batangnya bisa mencapai 3 meter dan besar, bentuk daunnya lebar dan kadang agak sedikit alot.
  2. Kangkung Cabut: tingginya tidak sampai 0,5 meter, batangnya kecil dan tipis, daunnya juga sempit memanjang, tekstur dan rasanya lebih renyah dan manis daripada kangkung petik.

Cara Menanam

Semai di modul penyemaian menggunakan substrat rockwool atau campuran sekam bakar dan cocopeat agar tidak memakan tempat. Letakkan di tempat yang terkena cahaya, namun tidak terlalu menyengat. Jaga kelembapan substratnya, dan beri larutan nutrisi dengan EC 0.5 – 0.8. Tunggu sampai mengeluarkan 4 daun sejati, baru pindah tanam ke sistem hidroponik yang kamu miliki. Tingkatkan kepekatan larutan nutrisinya secara bertahap sesuai usianya.

Lingkungan

Tanaman ini suka dengan tempat yang terkena cahaya matahari penuh, setidaknya 6 jam per hari. Ia pun cukup tahan panas, dan bisa ditumbuhkan dengan mudah dan tidak boros nutrisi. Kangkung dapat tumbuh dengan baik di kisaran EC 1.5 – 2.0 (PPM 1050 – 1400).

Jarak Tanam

Kalau kamu ingin menjadikan kangkung sebagai microgreens, taburkanlah kira-kira 1 cm2 bisa diisi oleh 2-3 benih. Untuk penanaman sampai dewasa, ia bisa ditanam secara berkelompok, sekitar 7-8 batang per lubang tanam dengan jarak 25-30 cm.

Baca juga:   8 Jenis Sayuran Hidroponik yang Lebih Cepat Tumbuh

Produktivitas

Kangkung tidak membutuhkan perlakuan khusus, jadi sangat sesuai untuk orang-orang yang sibuk. Ia sangat cepat tumbuh, dan dalam 28 hari sudah bisa dipanen. Untuk microgreens malah lebih cepat lagi, dalam 6-7 hari sudah bisa dinikmati. Kalau kamu ingin mendapatkan suplai kontinyu, semai berkala setiap 1 minggu, tergantung jumlah lubang tanam yang kamu miliki dalam sistem hidroponikmu.

Potensi Masalah

Jika daunnya terlihat menguning, berarti dia kekurangan komponen K (Kalium) dalam nutrisinya. Ia juga mudah terserang patogen Pythium yang mengakibatkan busuk akar, bintik daun dan nematoda akar yang disebabkan Cercospora, kutu kebul, dan ulat bulu.

Panen

Untuk kangkung petik, bisa dipanen terus-menerus karena ia akan terus tumbuh melalui noda atau titik-titik air di batangnya. Sedangkan untuk kangkung cabut, hanya bisa sekali panen saja, karena usianya memang pendek.

Tips

  • Tanam secara bergerombol untuk menghemat tempat
  • Perhatikan daun-daun yang ada di dekat pangkal, jika mulai kekuningan, kemungkinan besar ia kekurangan Kalium.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *