Kategori
Komik

Ep. 07 – Menanam Sayur dari Benih atau Bibit?

Nggak semua tanaman bisa ditanam dari benih. Ada beberapa jenis yang hanya bisa dari umbi. Ada juga tanaman yang benihnya mesti disemai langsung di tempat penanaman, nggak bisa pakai nampan semai dulu. Di episode kali ini, Alfa bakalan jelasin kapan bisa menanam dari benih, kapan mesti pakai bibit.

Episode 7 Komik Mari Menanam
Alfa: “Ra, lo mau bantuin gue pindah tanem sayuran di raised bed, ga?”

Zahra: “Mauuu…! Pinjem sarung tangan sama topi juga, ya. Gue abis manicure, nih!”

Alfa: “Hadeh, ribet! Yaudah ntar gue ambilin.” 

Zahra: “Aaah, you’re the best!”
Zahra: “Fa, enakan mana sih nanem sayur dari benih atau dari bibit?”

Alfa: “Tergantung, sih, ra… Kenapa emang?”

Zahra: “Gue mo nanem sayur di rumah, tapi masih bingung mau dari benih atau langsung pake bibit.”

Alfa: “Ada 2 pertanyaan penting yang mesti lo jawab sendiri dulu, nih.”
Apakah sayuran ini mudah ditanam dari benih?

Apakah bibitnya bisa dipindahtanamkan dengan mudah?
Judul:
Sayuran yang Harus Langsung di Semai di Kebun

Teks:
Tanaman berusia pendek atau tanaman umbi-umbian dengan akar tunggang harus langsung disemai di tempat tanam permanen, misalnya seperti raised bed / bedengan.

Contoh sayuran di kelompok ini yaitu akar bit, lobak, wortel, jagung, timun, kelompok bawang, selada, okra, parsnip, kacang polong dan turnip.
Judul:
Sayuran yang Bisa Dipindah-Tanamkan sebagai Bibit

Teks:
Sekalipun semua jenis sayuran bisa ditanam dari benih, tapi biasanya yang masa tanamnya lama atau ukurannya besar akan disemai di tempat terpisah menggunakan nampan semai atau wadah lain.

Contoh tanaman di kelompok ini misalnya seperti brokoli, kubis, kembang kol, seledri, terong, tomat, kale, leek / daun bawang, paprika, dan zukini.
Judul:
Sayuran yang Ditanam dari Akar atau Bulba

Teks:
Lalu, ada juga beberapa sayuran yang tidak ditanam dari benih atau bibit sama sekali, melainkan dari akar atau umbi tanaman induk.

Contoh sayuran di kelompok ini antara lain artichoke, asparagus, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, kentang, dan ubi manis.
Alfa: “Nah, ra, jadi abis ini udah nggak bingung lagi nentuin mo nanem apaan, kan?”

Zahra: “Gue tercerahkan! Tapi karena gue nubie, abis ini pilihin benih dan bibit yang paling gampang panen, ya, faaa!”

Alfa: “Yosh! Siap, bos!”
Alfa: “Cara mana yang mau temenanem pilih?”

Zahra: “Pastikan untuk menyusun strateginya dulu, ya!”

Dukung kami juga di Karya Karsa, dan yuk, mari menanam!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *