Kategori
Komik

Ep. 02 – Kapan Pilih Hidroponik vs Tanah?

Di Canopia, Alfa menanam berbagai macam tanaman dengan metode yang berbeda-beda. Padma penasaran kenapa harus begitu.

Episode 2 Komik Mari Menanam
Padma: “Fa, kenapa sih kamu nanemnya dobel, nggak milih hidroponik aja, atau tanah aja?”

Alfa: “Diantara dua teknik itu punya pros dan cons nya sendiri, Ma. Dan yang bikin gue ngelakuin dua-duanya ya karena gue literally suka berkebun, jadi semua gue cobain.”

Padma: “Trus apa tuh pros-cons nya sampe kamu ngelakuin itu?”

Alfa: “Sini gue jelasin, sekalian gue ngambil stok video buat update ya…”

Padma: “Dasar youtuber!”
Hidroponik cocok untuk tanaman bernilai tinggi 

Budidaya hidroponik memang bisa menghemat waktu, tenaga dan berbagai sumber daya. Oleh karena itu, lebih sesuai untuk kegiatan produksi pangan atau tanaman yang bernilai tinggi dan bisa ditumbuhkan dalam waktu singkat, serta berukuran kecil.

Misalnya seperti sayuran hijau, herba, bunga/tanaman hias, dan buah-buahan lunak (stroberi, melon, semangka).
ep 2 004 —
PENGGUNAAN AIR

Air yang disiramkan ke tanaman di tanah harus banyak, karena mudah terbuang dan juga akan menguap (berevaporasi) ke udara. 

Hidroponik mensirkulasi air secara tertutup, sehingga penggunaannya bisa dihemat hingga 95%*.

Di beberapa lokasi, air bersih mahal harganya. Dan proses mencari air bersih semakin sulit dan membutuhkan biaya tidak sedikit.
MINIM GULMA, HAMA DAN PENYAKIT

Ada bermacam gulma, hama dan penyakit yang dibawa oleh tanah (soil-borne), dan menghabiskan banyak waktu, tenaga dan biaya untuk memberantasnya.

Karena tidak ada tanah, makanya tidak ada masalah yang disebut soil-borne itu tadi. Kalau ada masalah, mendeteksinya juga relatif lebih mudah, dan bisa dilakukan sejak dini.
Budidaya di tanah cocok untuk tanaman komoditas atau menahun

Karena harus ditanam dalam jangka waktu yang panjang ataupun jumlah yang sangat banyak, maka budidaya di tanah sesuai untuk tanaman pangan pokok seperti padi dan gandum, atau yang berukuran besar dan lama tumbuhnya seperti pohon buah (apel, durian, nangka).
Padi dan gandum hanya bisa ditanam di tanah, karena tidak bisa dijual dengan harga tinggi.

Pohon buah-buahan juga tidak bisa dihidroponikkan karena tumbuhnya lama, dan butuh tempat yang luas.
Padma: “Jadi kamu ngejalanin dua macem metode menanam itu biar saling melengkapi, ya?

Alfa: “Iya. Dan juga tanaman yang ada disini semuanya gue pilih sesuai dengan kebutuhan customer, bukan karena preferensi gue aja.”

Padma: “Oke, deh! Semoga customermu makin banyak ya, Fa!”

Alfa: “Thank you so much, darling!”
Alfa + Padma: “Jadi, temenanem mau pilih yang mana?”

Yuk, mari menanam!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *