Kategori
Propagasi & Transplantasi

Menanam Sayur Mulai dari Benih atau Bibit?

Kamu mungkin salah satu orang yang bingung harus memilih menanam sayur dari benih atau bibit, kan? Kamu bisa menanam dari benih atau membeli bibit yang sudah siap pindah tanam dari toko pertanian di sekitar tempat tinggalmu, atau dari online marketplace. Meskipun harga benih jauh lebih murah jika dibandingkan dengan biaya pembibitan sayuran, tapi ada faktor lain yang perlu kamu pertimbangkan dalam mengambil keputusan. Apakah itu?

Menanam sayuran dari benih mungkin tidak praktis untuk tanaman yang memerlukan musim tanam yang panjang di daerah dengan musim tanam pendek. Itulah mengapa, kalau menyangkut tanaman musim panjang seperti tomat, paprika, dan terong, sebagian besar pekebun lebih memilih untuk membeli bibit atau tanaman pot yang sudah mapan (atau siap pindah tanam) dari penjual bibit — atau menyemai benih di dalam ruangan beberapa minggu sebelum waktu tanam.

Cara Memilih Antara Benih atau Bibit Saat Menanam Sayur

Sebelum memilih, ada 3 pertanyaan yang mesti bisa kamu jawab, yaitu:

  1. Apakah sayuran ini mudah ditanam dari benih?
  2. Apakah musim tanamnya cukup panjang jika sayur itu ditanam dari benih?
  3. Apakah sayuran itu bisa dipindahtanamkan dengan mudah?

Jawaban atas tiga pertanyaan ini akan menentukan bagaimana kamu memulai berkebun sayuran. Dan tentunya, jawabanmu juga akan bergantung pada iklim regional tempat kamu tinggal, ya.

Di Bumi belahan Selatan di mana musim tanam berlangsung dari Februari hingga November, ada banyak waktu untuk menanam tomat dan paprika dari benih, tetapi di bumi belahan Utara di mana musim tanam hanya berlangsung selama lima bulan, pekebun mungkin sudah akan kehabisan waktu.

Kemasan benih yang kamu gunakan juga biasanya menyediakan banyak informasi untuk membantu menentukan pilihan. Jika kamu membeli benih dari distributor atau perusahaan benih ternama, ada beberapa info yang selalu mereka cantumkan, antara lain:

  1. Waktu Tumbuh. Info ini memberitahu kamu berapa lama tanaman tersebut akan siap dipanen setelah benih bertunas. Jika paket menunjukkan waktu 75 hari, maka kamu tidak akan mendapatkan hasil panen sampai setelah waktu itu.
  2. Waktu Semai. Di kemasan benih biasanya juga ada informasi kapan benih harus ditanam—relatif terhadap penanggalan musim dingin terakhir (last frost date) di daerahmu (untuk yang tinggal di negara empat musim). Dengan demikian, untuk “mencuri start”, benih harus disemai di dalam ruangan, mulai dari delapan minggu sebelum akhir musim dingin.
Baca juga:   Merendam Benih, Perlu atau Tidak?

Sayuran yang Harus Langsung di Semai di Kebun

menanam sayur langsung di kebun atau pot

Tanaman umbi-umbian dan sayuran dengan akar tunggang yang panjang, seperti wortel pada umumnya tidak dapat dipindahkan dengan baik dan harus disemai langsung di tanah atau di pot. Beberapa tanaman yang tumbuh cepat seperti kacang polong dan labu-labuan (squash), tidak mendapat manfaat ekstra jika ditanam di dalam ruangan karena tanaman ini harus disemai langsung di kebun.

Berikut ini beberapa sayuran umum yang biasanya ditanam langsung dari benih di tempat penanamannya hingga siap panen:

  • Bawang Putih
  • Selada
  • Okra
  • Parsnip
  • Kacang Polong
  • Rutabaga
  • Squash
  • Salsify

Sayuran yang Bisa Dipindah-tanamkan sebagai Bibit

menanam sayur dari bibit

Sekalipun hampir semua jenis sayuran bisa ditumbuhkan dari benih, tetapi ada juga sayuran yang waktu tumbuhnya lama. Maka biasanya mereka disemai di nampan khusus terlebih dahulu di dalam ruangan lalu dipindahkan bertahap hingga di usia tertentu, atau jumlah daun tertentu. Beberapa sayuran yang bisa diberi perlakuan ini antara lain:

Sayuran yang Ditanam dari Akar atau Bulba

menanam sayur dari benih atau bibit: akar tunggang

Lalu ada beberapa sayuran yang biasanya tidak ditanam dari biji atau bibit sama sekali, tetapi dari bagian akar, batang atau umbi:

  • Artichoke
  • Asparagus
  • Bawang Putih
  • Kentang
  • Rhubarb
  • Bawang Merah
  • Horseradish
  • Bawang Bombay
  • Ubi Manis
  • Singkong

Apa pun pilihanmu—penyemaian langsung, memulai benih atau membeli bibit—yang terbaik adalah menyusun strategi dengan baik sebelum waktu tanam. Taruh tanaman di tanah sedini mungkin sehingga mereka punya waktu untuk menyesuaikan diri dengan cuaca yang menghangat dan memberi mereka musim tanam terlama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *